Anda harus mengaktifkan JavaScript untuk menggunakan tema ini.

Daya Tarik Wisata Alas Kedaton

Administrator 25 Oktober 2024 Dibaca 633 Kali
Daya Tarik Wisata Alas Kedaton

Pulau Bali adalah salah satu pulau yang terkenal di Indonesia, karena masyarakat Bali dewasa ini mempunyai kebudayaan yang khas Bali sebagai warisan dari sejarah masa lampau, walaupun masyarakat Bali telah mengalami serangkaian kontak sosial-budaya dengan masyarakat dari luar. Sejarah telah menunjukkan bahwa masyarakat Bali adalah masyarakat yang terbuka, adaptif, fleksibel, dan mempunyai toleransi yang tinggi, tetapi ternyata sangat dinamis dan selektif. Dalam berbagai kontak sosial-budaya, ternyata masyarakat Bali telah berhasil menunjukkan jati dirinya dengan ketahanan budaya yang kuat, seperti terbukti dari keberhasilan kearifan lokal yang memberikan corak lokal yang khas Bali sepanjang proses sejarahnya yang berlangsung selama berabad-abad lamanya. Kebudayaan Bali dapat bertahan dan berlanjut sampai sekarang, karena dikukuhkan oleh sistem organisasi sosial dalam kehidupan masyarakat Bali yang sangat religius yang dipengaruhi oleh agama Hindu.

Kehidupan masyarakat Bali dengan identitas budaya lokal yang khas memperlihatkan kesinambungan kehidupan sosial-budaya dari masa silam, yang tidak mungkin dapat dipisah-pisahkan. Di pulau kecil ini, kekayaan budaya lokal yang khas menempati posisi yang semakin penting sebagai satu-satunya warisan budaya nenek moyangnya yang tidak terukur nilainya, karena masyarakat di daerah ini tidak mempunyai sumber daya lainnya. Dalam kehidupan masyarakat Bali sehari-hari, kesinambungan sosial-budaya tampak dengan jelas dalam keterkaitannya kepada masa silam, masa kini, dan masa yang akan datang, seakan-akan telah dikemas sedemikian rupa menjadi satu rangkuman yang tidak dapat dilihat sepenggal demi sepenggal.

Beri Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA
Transparansi Publik

Anggaran Desa

Keterbukaan pengelolaan keuangan untuk masyarakat

73.2% Realisasi

APBDes 2026 PERUBAHAN Pelaksanaan

Rp 4.656.133.504,08 Rp 3.409.648.824,14
Pendapatan 74.79%
Realisasi: Rp 1.405.424.873,86 Anggaran: Rp 1.879.270.000,00
Belanja 63.57%
Realisasi: Rp 1.479.952.198,24 Anggaran: Rp 2.328.066.752,04
Pembiayaan 116.82%
Realisasi: Rp 524.271.752,04 Anggaran: Rp 448.796.752,04
74.8% Realisasi

APBDes 2026 PERUBAHAN Pendapatan

Rp 1.879.270.000,00 Rp 1.405.424.873,86
Swadaya, Partisipasi Dan Gotong Royong 63.86%
Realisasi: Rp 73.150.000,00 Anggaran: Rp 114.555.000,00
Dana Desa 100%
Realisasi: Rp 373.456.000,00 Anggaran: Rp 373.456.000,00
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi 42.57%
Realisasi: Rp 141.567.000,00 Anggaran: Rp 332.543.000,00
Alokasi Dana Desa 83.22%
Realisasi: Rp 554.000.000,00 Anggaran: Rp 665.731.000,00
Bantuan Keuangan Provinsi 86.16%
Realisasi: Rp 115.800.000,00 Anggaran: Rp 134.400.000,00
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota 78.53%
Realisasi: Rp 113.550.000,00 Anggaran: Rp 144.600.000,00
Hibah Dan Sumbangan Dari Pihak Ketiga 308.47%
Realisasi: Rp 27.762.500,00 Anggaran: Rp 9.000.000,00
Bunga Bank 76.74%
Realisasi: Rp 6.139.373,86 Anggaran: Rp 8.000.000,00
Lain-Lain Pendapatan Desa Yang Sah 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 96.985.000,00
63.6% Realisasi

APBDes 2026 PERUBAHAN Pembelanjaan

Rp 2.328.066.752,04 Rp 1.479.952.198,24
Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa 69.35%
Realisasi: Rp 854.359.898,24 Anggaran: Rp 1.232.036.500,00
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa 65.99%
Realisasi: Rp 428.282.300,00 Anggaran: Rp 648.997.414,63
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa 66.57%
Realisasi: Rp 139.989.000,00 Anggaran: Rp 210.287.876,01
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa 10.79%
Realisasi: Rp 19.484.000,00 Anggaran: Rp 180.554.500,00
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa 67.34%
Realisasi: Rp 37.837.000,00 Anggaran: Rp 56.190.461,40