Anda harus mengaktifkan JavaScript untuk menggunakan tema ini.

Cegah Longsor Susulan, Dishub Terapkan Buka Tutup di Perbatasan Kukuh-Belayu

Administrator 24 April 2026 Dibaca 85 Kali
Cegah Longsor Susulan, Dishub Terapkan Buka Tutup di Perbatasan Kukuh-Belayu

Kukuh, Marga — Kondisi jalan di perbatasan Desa Kukuh dengan Desa Peken Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, yang mengalami longsor beberapa waktu lalu, kini mendapat penanganan serius dari pemerintah terkait. Jalan tersebut diketahui berpotensi jebol dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan menerapkan rekayasa lalu lintas serta pembatasan kendaraan yang melintas di jalur tersebut. Pembatasan ini khususnya diberlakukan bagi kendaraan berat yang dinilai dapat memperparah kondisi jalan.

Adapun pengaturan lalu lintas yang diterapkan meliputi pengalihan arus kendaraan dari beberapa arah guna mengurangi beban jalan di titik rawan longsor. Sementara itu, pada titik longsor diberlakukan sistem buka-tutup jalan yang hanya memperbolehkan kendaraan kecil dan sepeda motor melintas secara bergantian.

Camat Marga menyampaikan bahwa kondisi tanah di bawah badan jalan masih labil dan berpotensi longsor, terutama saat dilalui kendaraan berat maupun saat terjadi hujan. Oleh karena itu, berbagai langkah pencegahan telah dilakukan, termasuk penanganan pohon di sekitar lokasi untuk menghindari risiko tambahan.

Pemerintah Desa Kukuh bersama pihak terkait seperti Kecamatan Marga, aparat kepolisian, serta Pemerintah Desa Peken Belayu terus melakukan koordinasi dalam pengawasan dan pengaturan lalu lintas di lokasi tersebut.

Selain itu, pihak Pemerintah Provinsi Bali melalui dinas terkait juga telah melakukan peninjauan lapangan guna merencanakan perbaikan jalan. Saat ini, proses perencanaan teknis masih berlangsung sebagai bagian dari upaya penanganan jangka panjang.

Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintas di jalur tersebut serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.

Beri Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA
Transparansi Publik

Anggaran Desa

Keterbukaan pengelolaan keuangan untuk masyarakat

54% Realisasi

APBDes 2026 Pelaksanaan

Rp 4.462.163.504,08 Rp 2.408.419.927,95
Pendapatan 54.32%
Realisasi: Rp 968.129.900,67 Anggaran: Rp 1.782.285.000,00
Belanja 41.06%
Realisasi: Rp 916.018.275,24 Anggaran: Rp 2.231.081.752,04
Pembiayaan 116.82%
Realisasi: Rp 524.271.752,04 Anggaran: Rp 448.796.752,04
54.3% Realisasi

APBDes 2026 Pendapatan

Rp 1.782.285.000,00 Rp 968.129.900,67
Swadaya, Partisipasi Dan Gotong Royong 30.81%
Realisasi: Rp 35.295.000,00 Anggaran: Rp 114.555.000,00
Dana Desa 100%
Realisasi: Rp 373.456.000,00 Anggaran: Rp 373.456.000,00
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi 19.06%
Realisasi: Rp 63.373.000,00 Anggaran: Rp 332.543.000,00
Alokasi Dana Desa 49.93%
Realisasi: Rp 332.400.000,00 Anggaran: Rp 665.731.000,00
Bantuan Keuangan Provinsi 58.48%
Realisasi: Rp 78.600.000,00 Anggaran: Rp 134.400.000,00
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota 42.95%
Realisasi: Rp 62.100.000,00 Anggaran: Rp 144.600.000,00
Hibah Dan Sumbangan Dari Pihak Ketiga 208.47%
Realisasi: Rp 18.762.500,00 Anggaran: Rp 9.000.000,00
Bunga Bank 51.79%
Realisasi: Rp 4.143.400,67 Anggaran: Rp 8.000.000,00
41.1% Realisasi

APBDes 2026 Pembelanjaan

Rp 2.231.081.752,04 Rp 916.018.275,24
Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa 38.24%
Realisasi: Rp 467.430.075,24 Anggaran: Rp 1.222.496.500,00
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa 51.95%
Realisasi: Rp 329.374.200,00 Anggaran: Rp 633.997.414,63
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa 51.23%
Realisasi: Rp 93.418.000,00 Anggaran: Rp 182.362.876,01
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa 0.41%
Realisasi: Rp 559.000,00 Anggaran: Rp 136.034.500,00
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa 44.91%
Realisasi: Rp 25.237.000,00 Anggaran: Rp 56.190.461,40