Kukuh, Marga – Perbekel Desa Kukuh, I Made Sugianto, menerima kunjungan dosen dan mahasiswa Arsitektur Lanskap Universitas Udayana di ruang kerja Perbekel Desa Kukuh pada Kamis (30/7/2026). Pertemuan tersebut juga dihadiri perwakilan Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI) dalam rangka membahas penyusunan buku mengenai Hutan Adat Alas Kedaton.
Diskusi difokuskan pada penyusunan konsep, materi, serta penyajian isi buku agar mampu menjadi media edukasi yang menarik, informatif, dan mendorong kepedulian masyarakat terhadap pelestarian Hutan Adat Alas Kedaton sebagai salah satu kawasan konservasi dan destinasi wisata unggulan di Kabupaten Tabanan.
Dalam kesempatan tersebut, Perbekel Desa Kukuh, I Made Sugianto, menyampaikan harapannya agar dari kolaborasi ini dapat dihasilkan dua jenis publikasi. Publikasi pertama berupa buku saku berbahasa Inggris yang ditujukan bagi wisatawan sebagai sumber informasi mengenai keunikan dan nilai konservasi Hutan Adat Alas Kedaton. Publikasi kedua berupa buku modul pembelajaran yang diperuntukkan bagi siswa SD dan SMP sebagai media edukasi lingkungan sejak usia dini.
Kedua buku tersebut dirancang menggunakan bahasa yang ringan, populer, dan mudah dipahami sehingga mampu meningkatkan minat baca sekaligus menanamkan nilai-nilai konservasi kepada masyarakat dan generasi muda.
Penyusunan hingga penerbitan buku ini direncanakan akan mendapat dukungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina, sebagai bentuk sinergi antara pemerintah desa, dunia pendidikan, organisasi profesi, dan sektor swasta dalam mendukung pelestarian lingkungan serta pengembangan edukasi berbasis potensi lokal Desa Kukuh.