Kukuh, Marga – Pemerintah Desa Kukuh terus mendorong penguatan edukasi, pelestarian lingkungan, dan pengelolaan kawasan Alas Kedaton secara berkelanjutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyusunan Buku Cinta Hutan dan Buku Saku Pengelolaan Alas Kedaton yang dikembangkan melalui kerja sama antara Pemerintah Desa Kukuh, Pertamina Foundation, dan Program Studi Arsitektur Lanskap Universitas Udayana.
Kegiatan penyusunan dan pengembangan materi tersebut dibahas dalam diskusi terpumpun (Focus Group Discussion/FGD) yang melibatkan berbagai pihak yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan, pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata di kawasan Alas Kedaton.
Diskusi tersebut melibatkan Bendesa Adat Kukuh, Pengelola DTW Alas Kedaton, Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan, Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, Kepala Sekolah dan guru SMP Negeri 2 Marga, serta Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Selatan.
Diskusi tersebut melibatkan Bendesa Adat Kukuh, Pengelola DTW Alas Kedaton, Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan, Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, Kepala Sekolah dan guru SMP Negeri 2 Marga, serta Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Selatan.
Kegiatan dibuka oleh Perbekel Desa Kukuh, I Made Sugianto, yang menyampaikan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga keberadaan Alas Kedaton sekaligus menjadikannya sebagai ruang edukasi bagi generasi muda dan masyarakat.
Melalui diskusi terpumpun ini, para peserta membahas berbagai masukan terkait materi Buku Cinta Hutan dan Buku Saku Pengelolaan Alas Kedaton, sehingga nantinya dapat menjadi media edukasi sekaligus panduan yang relevan dengan kondisi dan kebutuhan pengelolaan kawasan Alas Kedaton.
Buku Cinta Hutan diharapkan dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan pengetahuan dan kepedulian generasi muda terhadap hutan, lingkungan, keanekaragaman hayati, serta nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat di Alas Kedaton. Sementara itu, Buku Saku Pengelolaan Alas Kedaton diarahkan sebagai bahan praktis yang dapat mendukung pemahaman mengenai pengelolaan kawasan secara terpadu dan berkelanjutan.
Keterlibatan unsur pemerintah, desa adat, pengelola DTW, dunia pendidikan, perguruan tinggi, pengelola kehutanan, serta mitra pembangunan menjadi bagian penting dalam memastikan materi yang disusun tidak hanya memiliki nilai edukatif, tetapi juga sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Pemerintah Desa Kukuh berharap kerja sama ini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata terhadap upaya pelestarian Alas Kedaton, penguatan pendidikan lingkungan, pengembangan pariwisata edukatif, serta pelestarian kearifan lokal dan budaya Desa Kukuh.
Dengan semangat kolaborasi, Alas Kedaton diharapkan tidak hanya dipandang sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai ruang belajar bersama dan warisan alam yang perlu dijaga keberlanjutannya untuk generasi mendatang.